SPM UP/TUP DAN GUP

Menunjuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190 / PMK.05 / 2012 tanggal 29 Nopember 2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-278 / PB / 2013 tanggal 10 Januari 2013 Hal Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190 / PMK.05 / 2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dengan ini kami sampaikan hal-hal berkaitan dengan penyampaian SPM ke KPPN Padangsidempuan dan kelengkapannya:

1. SPM-UP
a. SPM rangkap 2 dan ADK SPM.
b. Surat Pernyataan dari KPA.

2. SPM-TUP
a. SPM rangkap 2 dan ADK SPM.
b. Surat persetujuan pemberian TUP dari Kepala KPPN Padangsidempuan.

3. SPM-UP / TUP / PTUP / GUP / GUP Nihil / LS yang bersumber dari PNBP
a. SPM rangkap 2 dan ADK SPM.
b. Dokumen pendukung SPM sama dengan SPM non PNBP.
c. Bukti setor PNBP yang telah dikonfirmasi oleh KPPN
d. Daftar Perhitungan Jumlah Maksimum Pencairan (MP)

Ketentuan tambahan :
1. PPSPM menyampaikan SPM kepada KPPN paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah SPM diterbitkan.

2. Cara Penulisan :
a. Kepada : diisi nama penerima pembayaran (bendahara pengeluaran/penerima hak tagih) disertai alamat lengkap.
b. NPWP : diisi NPWP penerima pembayaran sesuai ketentuan perpajakan.
c. Rekening : diisi nomor dan nama rekening bank/pos yang menerima pembayaran.
d. Bank/Pos : diisi Bank/Pos tempat pembayaran dicairkan.
e. Uraian : diisi informasi tentang : untuk keperluan.

Keperluan pembayaran sesuai dengan jenis SPM, misalnya :
• SPM UP : “Penyediaan Uang Persediaan”
• SPM TUP : “Penyediaan Tambahan Uang Persediaan ”


3. SPM-GUP / GUP NIHIL / PTUP
a. SPM rangkap 2 dan ADK SPM.

Ketentuan tambahan :
1. PPSPM menyampaikan SPM kepada KPPN paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah SPM diterbitkan.

2. Cara Penulisan :
a. Kepada : SPM-GUP Nihil, SPM PTUP dan SPM-Pengesahan “Bendahara Umum Negara untuk dibukukan seperlunya”
b. NPWP : SPM-GUP Nihil, SPM PTUP dan SPM-Pengesahan NPWP tidak diisi.
c. Rekening : SPM-GUP Nihil, SPM PTUP dan SPM-Pengesahan rekening tidak diisi.
d. Bank/Pos : SPM-GUP Nihil, SPM PTUP dan SPM-Pengesahan tidak diisi.
e. Uraian : diisi informasi tentang : untuk keperluan.

Keperluan pembayaran sesuai dengan jenis SPM, misalnya :
• SPM GUP : “Penggantian Uang Persediaan untuk keperluan belanja (barang/modal/ lain-lain)”
• SPM GUP NIHIL : “Penggantian Uang Persediaan untuk keperluan belanja (barang/ modal/lain-lain)”
• SPM PTUP : “Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan untuk keperluan belanja (barang/modal/lain-lain)”
• SPM Pengesahan : “Pengesahan Belanja (barang/modal/lain-lain)”